Kamis, 14 Desember 2017

Iblis Dunia Persilatan 1



Hak cipta © Aone

PROLOG

Desember di awal tahun tampaknya adalah masa yang paling mengerikan yang pernah ada di tanah Jawa Dwipa. Langit masih mengandung derita, ia terus mengeluarkan peluh hingga membuat bumi basah kuyup. Suara batuknya menggelegar bersahut-sahutan. Nafasnya begitu ngos-ngosan menimbulkan angin prahara yang memporak-porakan bumi. Cahaya matanya begitu sengit menyambar-nyambar membentuk akar.

Selasa, 12 Desember 2017

Ibu Guru Cantik

“Selamat siang, Bu,” sapaku pada Bu Diana, guru matematika yang juga merupakan wali kelasku, saat berpapasan di koridor ruang guru. Kulihat wanita cantik itu sedikit memerah, padahal tadi pagi dia tampak baik-baik saja. ”Ibu baik-baik saja?” aku bertanya.
“Oh, ya... Ibu baik kok.” suaranya terdengar lembut, sedikit menggairahkan. Bu Diana adalah seorang guru yang cantik dan menawan.Umurnya baru 22 tahun dan belum menikah. Di sekolah, dia adalah idola para murid laki-laki sepertiku.

Minggu, 10 Desember 2017

Ekspedisi Borneo



Fajar menyingsing di rimba belantara Kalimantan. Berangsur-angsur matahari mengusir hawa pagi yang dingin serta kabut yang lembap. Berangsur-angsur pula sebuah dunia raksasa yang sunyi tampak di depan mata. Pohon-pohon besar dengan batang berdiameter dua belas meter menjulang setinggi enam puluh meter. Atap dedaunan yang lebat menutupi langit. Air menetes tanpa henti. Tirai-tirai lumut berwarna kelabu, serta tumbuhan rambat dan rotan bergelantungan dari pohon-pohon yang juga menjadi induk semang bagi anggrek-anggrek parasit.
Di bawah, pakis-pakis yang berkilau karena lembap tumbuh lebih tinggi daripada dada pria dewasa dan mengungkung kabut tanah. Di sana-sini terlihat setitik warna cerah. Tapi secara keseluruhan, tempat itu memberi kesan sebagai dunia raksasa berwarna hijau-kelabu-tempat yang asing dan tidak ramah bagi manusia.

Selasa, 28 November 2017

Misteri Ratu Mantera 5



Langit sore cukup cerah. Tanggal muda merupakan hari cukup cerah buat kebanyakan orang. Mall dipenuhi pengunjung. Dua di antara pengunjung mall itu adalah si cantik Quida dan si tampan Fran. Cukup banyak barang belanjaan mereka berdua, karena Fran sengaja menyiapkan anggaran untuk beberapa kebutuhan Quida. Termasuk beberapa potong pakaian dan peralatan make-up.
Wajah cantik Quida sudah tidak cemberut lagi. Tadi malam wajah itu murung dan cemberut. Hampir saja Fran gagal menahan kesewotan Quida, ia bahkan tak menyangka gadis itu semalam ingin kabur dari rumahnya. Kalau saja waktu itu Febbi tidak memergoki di depan teras, mungkin Quida sudah pergi dan Fran akan kehilangan gadis itu.

Kamis, 23 November 2017

Induk Semang 2

“Ahh... Mar! Kok jadi nafsu banget gini...ah...Agh!” Ami bertanya di sela-sela genjotan kencang Muamar, lalu omongannya terhenti oleh jerit keenakan karena orgasme.
Sudah yang ketiga, tapi Muamar belum juga orgasme. Bukannya dia tak terangsang oleh Ami, melainkan simpanan benihnya tadi sudah habis di dalam Ci Luci. Ketika itu hanya beberapa jam sesudah Muamar bersetubuh dengan Ci Luci, dan Ami datang.
Atau apakah Ami tidak cukup menarik lagi bagi dia? Apakah dia mulai lebih suka perempuan berumur 40 tahun dibanding 18 tahun? Apakah dia lebih suka wajah Ci Luci yang keriputnya disamarkan bedak tebal dibanding wajah Ami yang masih mulus? Payudara Ci Luci yang kalah kencang dengan payudara Ami? Mestinya mustahil.